Fitur “Mobile Attendance” di Employee Self Service RUN System Membantu Karyawan Menjalankan Work From Home

March 24, 2020 RUN System

Wabah Corona sudah sampai di Indonesia, dan semua pihak, termasuk perusahaan harus bersiap menghadapinya. Salah satu langkah yang kemudian ramai-ramai diambil oleh perusahaan adalah dengan menerapkan aturan Work From Home atau bekerja dari rumah. Kebijakan itu tentu saja harus dibarengi tools yang bagus sebagai alat kontrol. Dan bagi pelanggan Run System, sangat beruntung karena mendapatkan fitur yang dapat membantu. (dan fitur ini gratis khusus bagi pelanggan Run System)

Kebijakan work from home adalah kebijakan yang meminta karyawan untuk bekerja dari rumah. Pekerjaan tetap dilakukan seperti biasa. Tanggung jawab tetap sama, KPI dan target yang dicapai tidak berubah, tapi caranya dilakukan dari rumah. Tidak ada yang berbeda, hanya tempat bekerja saja yang berubah. Artinya, aplikasi kolaborasi jarak jauh menjadi salah satu tools yang wajib dimiliki oleh perusahaan. Termasuk di dalamnya adalah alat presensi.

RUN System dengan aplikasi andalan yang sejauh ini sangat disukai oleh user, yaitu ‘Employee Self Service’ memiliki tools yang sangat membantu bagi perusahaan dan karyawan untuk tetap dapat melakukan presensi sesuai aturan perusahaan. Fitur itu bernama Mobile Attendance.

Fitur Mobile Attendance memungkinkan karyawan untuk dapat mengisi presensi jam masuk ataupun jam keluar hanya dengan menggunakan gadget yang selalu digenggam di tangan. Fitur ini dilengkapi dengan fungsi geotagging yang memungkinkan aplikasi menangkap kordinat pasti dari si karyawan saat melakukan presensi, sehingga fungsi tracibility masih tetap ada.

Saat ini, semenjak aturan work from home diberlakukan di berbagai BUMN daerah, sudah ada ribuan karyawan yang setiap hari melakukan presensi menggunakan fitur Mobile Attendance yang ada di Employee Self Service Run System.

Uniknya, selain membantu kebijakan work from home, fitur ini juga membantu perusahaan untuk menonaktifkan sementara model presensi menggunakan finger print yang cukup beresiko membuat penularan virus Covid19 terjadi.

Semoga wabah Covid19 segera berlalu dan kita dapat menjalankan roda ekonomi seperti biasa lagi.