4 Poin Adaptasi Bisnis Pasca Covid-19

January 3, 2021 Lintang Febri

Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini memiliki dampak yang masif baik pada bisnis, pelaku bisnis, maupun para karyawan. Banyak usaha yang harus berhenti sementara waktu hingga tutup secara permanen.

Illustration of economic downturn
Ilustrasi kemerosotan ekonomi

Untuk melanjutkan kelangsungan bisnis, Anda perlu memiliki kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan akibat kondisi saat ini. Kemerosotan ekonomi yang terjadi kali ini unik. Semua negara terdampak, kondisi ekonomi sama-sama mundur, sehingga banyak pengusaha yang harus memikirkan cara untuk tetap dapat bertahan.

Inilah yang setidaknya Anda lakukan agar mampu bertahan dalam pertarungan ini.

Bersiap untuk perputaran bisnis

Beberapa bisnis sangat terdampak selama pandemi ini. Misalnya bisnis nightclub, pusat kebugaran, agen travel, dan lain-lain. Beberapa jenis usaha tersebut harus benar-benar tutup untuk sementara waktu hingga waktu yang belum bisa ditentukan. Tidak ada pemasukan sama sekali sama saja menyiksa berbagai aspek perusahaan. Akibatnya, banyak bisnis yang terpaksa gulung tikar karena tidak bisa bertahan di tengah kondisi ini.

Untuk saat-saat seperti ini, fleksibilitas lebih diutamakan daripada berfokus pada satu bisnis. Anda dapat menaruh fokus untuk mengembangkan bisnis yang lain yang akan memberi Anda pemasukan.

Wu-Tang Financial merekomendasikan Anda untukmemvariasikan obligasi. Memiliki kemampuan untuk bisa memutarkan bisnis sangat penting dimiliki setelah pandemic Covid-19 ini.

Kreatif terhadap berbagai kemungkinan

Keadaan saat ini telah mempercepat perkembangan maupun mengubah beberapa lini bisnis. Misalnya sistem pembayaran digital. Sistem pembayaran ini mengalami perkembangan setiap tahunnya. Berbagai platform hadir untuk mempermudah transaksi. Meski, beberapa mungkin menemui kesulitan dengan lembaga pengawas keuangan. Kondisi serupa terjadi terhadap toko online atau biasa dikenal dengan e-commerce.

Saat pandemi yang kurang memungkinkan orang untuk bertransaksi secara langsung, mendorong masyarakat untuk bertransaksi dengan kontak yang seminimal mungkin. Memang, beberapa tahun ini keduanya mengalami perkembangan. Hanya saja, kondisi pandemi ini semakin mempercepat perkembangannya.

Bagaimana dengan sekolah atau pertemuan daring? Kini, menyelenggarakan pertemuan secara daring bisa dibilang telah menjadi norma. Perusahaan penyedia layanan pertemuan secara daring pun mengalami kemajuan yang sangat pesat. Misalnya aplikasi Zoom yang ‘hanya’ memiliki 10 juta pengguna di bulan Desember 2019, pada bulan Maret 2020 naik berkali-kali lipat menjadi 200 juta pengguna.

Jika contoh di atas terjadi karena pandemi, Nokia dan Pebble adalah contoh perusahaan jatuh karena terlambat berinovasi. Nokia dan Pebble gagal melihat preferensi konsumen dan melakukan inovasi pada produknya.

Menilik beberapa kasus di atas, para pemilik bisnis harus memiliki inovasi maupun inisiatif untuk menyiapkan sesuatu yang mungkin terjadi. Berpikirlah tentang perubahan yang dapat Anda prediksi. Memang, keadaan seperti pandemi saat ini tidak bisa diprediksi. Setidaknya, Anda bisa melihat arah preferensi konsumen. Sehingga, Anda mampu menyediakan solusi sebelum dan selama kebutuhan tersebut meningkat.

Terus Melakukan Perbaikan

Selama pandemi ini, pembelajaran daring menjadi sangat normal. Bisa dikatakan, meski virus penyebab wabah ini sirna besok pagi pun pembelajaran secara daring tidak lantas berhenti pula.

Seperti yang dilakukan Microsoft dengan Canvas, meski keadaan tahun 2021-2022 nantinya belum dapat diprediksi, Canvas tetap melakukan survei kepada para siswa. Hal ini bertujuan untuk mengetahui apa yang dipertahankan dan diperbaiki dari sistem pembelajaran daring ini. Karenanya, Canvas akan masih memiliki nilai yang bisa didemonstrasikan.

Bangun tim serba bisa

Sebagai seoarang pengusaha, tentunya Anda juga terbiasa dengan memiliki jabatan yang lain. Begitu pula seharusnya dengan tim Anda. Semisal Anda memiliki seorang penulis andal, setidaknya Anda harus menanyakan: bisakah dia mengedit atau membuat konten di media sosial?

Memiliki anggota tim yang serba bisa, bisa membantu Anda ketika terjadi permasalahan yang berdampak pada tim. Saat diskusi pun menjadi lebih padat karena para anggota memahami satu sama lain. Ditambah lagi, menurut penelitian dari Harvard Business Review menunjukkan jika banyak perusahaan yang masih kesulitan mencari karyawan yang sesuai meskipun banyak calon tenaga kerja.

Selain itu, pengembangan yang harus Anda lakukan pada bisnis harus mencakup manajerial proses bisnis. Data adalah sumber informasi utama yang harus tersedia secara jelas, up to date, dan mudah karena dapat berpengaruh dengan pengambilan keputusan perusahaan. RUN System adalah software Enterprise Resource Planning yang akan membantu Anda mengelola mengelola perusahaan Anda secara finansial, operasi, manufacturing, dan lain-lain. Di samping kelengkapannya, modul-modul RUN System dikemas secara sederhana sehingga mudah dioperasikan.

Bergabunglah bersama kami demi kelancaran bisnis Anda. Cari tahu lebih lanjut mengenai RUN System di website kami!