Epidemi di Tengah Pandemi: Fenomena Burnout

January 1, 2021 RUN System

Apakah Anda merasa jenuh atau stress dengan pekerjaan Anda akhir-akhir ini?

Tahun baru 2021 berarti pandemi Covid-19 di Indonesia berlangsung hampir setahun sejak kasus pertama diumumkan Maret 2020 lalu. Beberapa perusahaan masih melakukan sistem bekerja dari rumah (work-from-home/WFH), beberapa memberlakukan sistem bergantian antara WFH dan WFO (bekerja di kantor/work-from-office), bahkan ada yang sudah WFO secara penuh.

Ilustrasi fenomena burnout

Masalahnya, fenomena burnout pada pekerja juga semakin meningkat. Mereka tetap harus bekerja sementara terjadi tekanan dari lingkungan akibat pandemi dan berbagai ketidakpastian. Muncul beragam pertanyaan seperti kira-kira kapan ya pandemi ini berakhir? Apa bisnis saya bisa bertahan di tengah situasi ini? Apa saya dan keluarga akan aman dari virus? Hingga pertanyaan tentang ketidakpastian untuk dapat tetap bekerja, mengingat beberapa perusahaan yang merumahkan karyawannya akibat penurunan pemasukan yang tajam. Maka, tidak heran jika menurut survey yang dilakukan oleh PPM Manajemen menyebutkan 80% pekerja mengalami burnout selama pandemi.

 Jika Anda menjawab ‘Ya’ pada pertanyaan awal tadi, mungkin Anda salah satu orang yang mengalami burnout. Jadi, apa itu burnout?

WHO mendefinisikan burnout sebagai fenomena dalam pekerjaan, a syndrome conceptualized as resulting from chronic workplace stress that has not been successfully managed atau sindrom yang dikonseptualisasikan sebagai akibat stress kronis di tempat kerja yang belum berhasil dikelola. Meski demikian, burnout hanya merujuk pada konteks pekerjaan dan tidak diklasifikasikan ke dalam kondisi medis meski Anda mungkin harus mengontak petugas kesehatan.

Ketika Anda mengalami burnout, setidaknya ada tiga ciri-ciri yang dialami:

  1. Merasa energi menipis atau lelah
  2. Merasa ingin menjauh dari pekerjaan atau memiliki rasa negatif dan sinis terkait pekerjaan
  3. Penurunan efektifitas dalam bekerja.

Jika Anda mengalami tiga ciri di atas, apa yang sebaiknya Anda lakukan?

Sadari yang Anda rasakan

Hal pertama yang harus dilakukan adalah menyadari dan menerima kondisi Anda sekarang. Penting bagi untuk menyadari kondisi yang Anda rasakan sekarang untuk membantu menemukan solusi keadaan yang sedang dialami. Ini akan meminimalisir Anda untuk terjebak ke masalah lain yang menjadi akibat dari rasa burnout.

Berwisata (tanpa pergi kemana pun)

Saat kondisi normal, berlibur ke berbagai tempat wisata menjadi pilihan yang paling asyik untuk melepas penat untuk me-recharge energi sebelum kembali bekerja. Sekadar nongkrong di pusat perbelanjaan atau wisata kuliner juga menjadi alternatif. Sayangnya, di tengah pandemi ini, kegiatan berlibur sangat berisiko tinggi dan tidak dianjurkan. 

Hal terbaik yang dapat Anda lakukan adalah memperbanyak olahraga atau sekadar jogging di sekitar rumah. Ada banyak video olahraga di rumah yang ada di internet yang mungkin cocok untuk Anda. Selanjutnya, berkeliling kota dengan tidak mampir di keramaian juga asyik dilakukan. Beberapa orang juga memilih untuk melakukan meditasi.

Berikan batas yang jelas

Terutama bagi Anda yang sedang melaksanakan WFH, bekerja menjadi banyak terganggu oleh urusan di rumah. Pencampuran urusan pekerjaan dan rumah akan membuat lelah dan menyita waktu. Maka, ciptakan suasana kerja di rumah dan beritahu orang rumah jam-jam Anda bekerja dan meminta untuk tidak menginterupsi saat sedang bekerja.

Ciptakan ruang kerja yang layak, apalagi ruang yang berpintu. Tata meja, lantai, gorden jendela yang sesuai dengan suasana kantor Anda. Fokuslah dengan urusan pekerjaan ketika pagi. Ketika membutuhkan istirahat, Anda dapat melakukan urusan personal yang lain.

Saat sedang tidak bekerja, Anda bisa mematikan e-mail atau notifikasi pekerjaan yang lain. Setidaknya, untuk beberapa waktu berilah ruang bagi otak untuk beristirahat setelah hari yang panjang.

Manfaatkan layanan kesehatan

Jika perusahaan Anda menyediakan layanan kesehatan mental seperti layanan screening kesehatan mental jarak jauh, program pendampingan karyawan, dan program penurunan stress, Anda mungkin perlu untuk mengambil layanan tersebut. Atau, cari tahu mengenai layanan kesehatan lain yang ada di perusahaan Anda yang mungkin membantu Anda mengurangi beban yang disebabkan oleh burnout. Anda juga bisa mencari pendampingan di layanan kesehatan lainnya.

Jika Anda adalah pemilik bisnis di tengah pandemi ini, baik Anda maupun karyawan perlu didukung oleh alat bisnis yang memudahkan. RUN System dengan berbagai macam modul yang dimilikinya akan menyederhanakan manajemen operasi pada setiap proses bisnis Anda. 

Cari tahu lebih lanjut tentang RUN System di website kami dan jadilah partner kami untuk kemudahan bisnis Anda!