UKM Dalam Revolusi Industri 4.0: Memaksimalkan Literasi Digital

November 18, 2020 RUN System

Saat ini merupakan era revolusi industri 4.0 yang merupakan era teknologi industri digital yang berfokus pada pengombinasian produksi, teknologi informasi, dan internet. Hal ini disebabkan oleh perkembangan yang masif pada penyimpanan data, jaringan dan kecerdasan buatan pada industri. Salah satu komponen utama dalam revolusi industri keempat ini adalah kecanggihan teknologi dalam transformasi data. 

Industri 4.0
Industri 4.0

Pada negara-negara yang tergabung dalam ASEAN, usaha kecil dan mengengah (UKM) merupakan pemain utama dalam bisnis mengingat 95-99% usaha termasuk dalam golongan UKM. Maka, UKM memainkan peran sebagai kontributor yang besar untuk PDB dan penyerapan tenaga kerja di negara-negara ASEAN. UKM menyerap 51.7% hingga 97.2% dari total pekerja dan menyumbang 30% hingga 52% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Bahkan, UKM di Indonesia menyumbang 89% dari angkatan kerja dan 57.8% dari total PDB. Dengan demikian, UKM merupakan masa depan perkonomian bangsa yang perlu didukung perkembangannya. Saat ini, revolusi industri 4.0 menawarkan beberapa keuntungan untuk perkembangan UKM. Hanya, UKM perlu beradaptasi dan memaksimalkan teknologi ini untuk sepenuhnya mendapatkan manfaat dari revolusi industri 4.0. 

Revolusi industri 4.0 mendorong para pelaku UKM untuk memperhatikan beberapa hal guna mendapatkan manfaat yang maksimal, salah satunya adalah memiliki literasi digital. Memiliki literasi digital yang tinggi menjadi modal utama dalam bersaing di dunia digital. Memiliki wawasan digital yang baik akan membantu dalam perkembangan bisnis. Berbagai kemudahan dalam memasarkan maupun mendapatkan produk secara daring menjadi nilai plus tersendiri bagi pelaku usaha. Terlebih, memiliki alat bisnis yang tepat juga akan membantu menjalankan bisnis melalui penyediaan informasi dan kemudahan pengelolaan. Selain itu, strategi bisnis dengan memanfaatkan teknologi sangat perlu dilakukan untuk mendukung berkembangnya usaha. 

Meski demikian, dalam memasuki industri 4.0, terdapat beberapa hambatan umum yang mungkin dihadapi UKM, meliputi terlalu berhati-hati dalam hal memasuki investasi di Industri 4.0, kurangnya standar digital, ancaman melalui keamanan siber, hingga kurangnya alat bisnis yang tepat. Sementara itu, keuntungan umum yang didapatkan berupa produktifitas yang bertambah, serta pertumbuhan usaha dan daya saing.